Jumat, 02 Oktober 2015

Rayuan Malam

“Kamu memang cantik, secantik namamu!” Kata-kata itu yang pertama kali kau lontarkan malam itu dengan malu-malu. Sedikit bergetar, tapi sesaat kemudian,kau tersenyum dan memalingkan muka. Aku terdiam. Tidak tahu lagi apapun yang akan aku katakan kepada makhluk yang satu ini. Udara bergerak lembut. Suaranya berdesir seperti darahku yang mengalir dari bilik jantung dengan degup yang kian memburu. Sekali lagi dia menatapku, lalu tangannya menggenggam tanganku. Oh Tuhan, tanganku yang dingin semakin beku oleh sentuhannya. Tetapi dalam hatiku api makin membara membakar tiap sistem saraf otakku. Seakan semua lumpuh. Makhluk ini datangnya dari mana , sih? Sampai hati aku luluh didekapannya. Wajahnya makin dekat dan lebih dekat lagi. Beberapa detik kemudian bibirnya telah mendarat di bibirku. Cepat sekali sampai aku tak kuasa menahannya. Kami saling berpagutan di alam terbuka. Kami tidak peduli beberapa makhluk memandangi kami berdua. Yang jelas tak ada seorangpun selain kami berdua di tempat itu. Entah apa yang ada dalam pikiranku. Lima menit kemudian aku telah terkuai lemas di bawah badannya yang menindihku. 
“Kita jadian yah, aku sayang kamu, Cantik.” Katanya lembut di depan bibirku persis. Akupun hanya diam seribu bahasa sambil memejamkan mata. Menikmati harum nafasnya dan merasakan kehangatan tubuhnya. Jantungku dan jantungnya makin berjibaku tak karuan. Dan entah malam yang keberapa kali aku selalu melakukannya dengan pria ini.
Tiga tahun sejak peristiwa malam itu, aku masih bersama dia. Pria tegap berusia duapuluh lima tahun itu seperti sudah menjadi kakak, sahabat, kekasih bahkan lebih dari itu semua. Aku tergila-gila padanya. Wanita sepertiku yang haus akan pujian, rayuan apapun selalu ampuh meluluhkanku. Pria bernama Sadam adalah orang pertama dengan sejuta lebih rayuan yang tiap malam mendarat di telingaku, hingga masuk ke relung hatiku. Sampai sekarang.


Yogyakarta, Oktober 2014

Jumat, 29 Agustus 2014

(GO) ENDING BUT NOT THE LAST

Memasuki tahap akhir perkuliahan...
SKRIPSI
 ==============



Ga ada yang aku harapkan dan lebih baik dari skripsi yang lancar dan tepat waktu. Tahun ini aku harus diwisuda, lalu bekerja. Setelah 4 tahun di kampus tercinta ini, aku mulai menjadi diri sendiri yang untuk sementara bukan aku. Yap! skripsi ini seperti bukan karyaku. Para dosen penguji benar-benar merubah mindsetku. Selama ini aku berprinsip kalau menulis apa yang ingin aku tuangkan berdasarkan pemikiran sendiri, kali ini tidak begitu! Bahasa-bahasanya kudu ilmiah banget yang cenderung kaku. Dan aku harus menuruti dosen pembimbing dalam hal karya tulis ini.
Sebenarnya sangat malas sekali,masa sih jadi ga ada bedanya sama skripsi-skripsi karya yang dulu. Judul diganti :( pantas saja tidak sedikit orang idealis yang memilih mundur di tahap ini. Tapi mau tak mau harus kuselesaikan secepatnya biat tepat waktu. Tahun ini harus selesai.
 Walaupun hati berkata lain, pikiran tak menghendaki demikian..tapi... Demi wisuda dan gelar S.ST aku rela dan harus/must/wajib IKHLAS. Aku tak boleh mengecewakan orang tua yang sudah susah payah membiayaiku sampai di tahap ini.


--\

Setelah lulus nanti, ada satu permohoanku : aku ingin melanjutkan kuliah lagi, S2. Di sebuah universitas yang sudah di kenal banyak orang. Hmm rasanya ingiiiiin sekali menuntut ilmu dan menyandang status Mahasiswa UGM..atau universitas lain yang sudah terkenal. Karena 4 tahun ini entahlah...

Somoga mimpi-mimpiku terwujud, dan skripsi ini lancar sampai akhir dan bisa wisuda DESEMBER 2014.



Bismillah... :)

Kamis, 05 Juni 2014

Uneg-uneg saja kok

Serpihan hidup



Terlalu banyak ide dan lama tak tersalurkan. Mungkin selama ini itu yang kualami. Ide yang menumpuk, lalu satu persatu nggak mipil di tuangkan dalam bentuk tulisan. Jelek banget. suatu saat nanti mau jadi penulis, tapi malah males nulis. Yasudah sekarang aku mau menulis ide-ideku. Ups.. mungkin bukan id sih, lebih tepatnya unek2 geje. L Aku ga mau bilang akan konsisten, karena takut ingkar.
Semua berawal di tahun 2012 lalu. (udah lama ya) Bagi sebagian orang tahun ini merupakan tahun keramat. Banyak kasak-kusuk dan isu-isu soal tahun 2012 yang ribut diperbincangkan di tahun itu. Kiamat. Yap! Percaya atau tidak aku sangat percaya. Dulu kukira kiamat tahun 2012. Dan aku berharap meninggal dunia sebelum kiamat itu datang. Kenapa begitu? Ya, karena di tahun ini adalah titik balik hidupku selama ini. Mungkin bisa dibilang lebay, tapi entah kenapa memang ditahun ini keramat banget buat aku. Gairah hidup menurun. Berbagai kejadian yang seharusnya menguatkanku malah seperti boomerang untukku. Ga ada gairah untuk berbuat baik. Pikiran berkecamuk. Tapi aku masih ingat pada yang diatas. Waktu itu masih kuingat aku sempat sholat malam meminta petunjuk. Dan satu bulan kemudian entah itu menrupakan jawaban atau malah sebaliknya. Lama aku jalani, serasa aneh. Aku masih ragu-ragu. Bahkan aku tak mengerti apa yang aku lakukan. Sepertinya aku diguna-guna. Serius. Kenapa aku berkata demikian? Karena waktu itu aku merasa benar-benar ga merasa! Hmm. Pikiranku entah kemana. Apa yang aku pikirkan seperti mengambang. Pandanganku sepertinya kosong. Intinya aku ngga ngerti semua makna yang aku lakukan. Ga ngerti, ga ngerti, ga ngerti! Pokoknya kaya orang linglung. Itu sepernggal perasaanku waktu tahun 2012. Tahun keramat! Memang benar adanya. Mungkin ada yang lebih keramat dari ini. Who knows?!

Rabu, 10 April 2013

Optimis

Serpihan hidup


aku hanya ingin menulis apa yang ingin kutulis saat ini.
Aku beruntung memiliki seorang kekasih yang sangat menyayangiku, memperhatikanku dan membimbingku dengan sabar.
Aku juga bahagia dikelilingi teman-teman yang mengasihiku.
Apalagi orang tua yang selalu mendoakanku dan memberiku kasih sayang tiada ujungnya.
Semalam aku merenung, sampai-sampai aku baru bisa tidur hampir menjelang subuh.
Aku memikirkan masa depan.
Ya, masa depan yang masih jadi misteri bagiku.
aku hanya bisa jalani dan jalani, Tuhan akan membantuku, dan aku percaya Tuhan akan merencanakan masa depan yang indah untukku. Itu konklusiku, setelah pikiranku bergejolak sepanjang malam.
Optimis! :)

Kamis, 28 Februari 2013

About my lovely :)

Serpihan hidup

Aku bahagia, seseorang yang kucari dan kutunggu telah tiba dihatiku. Seseorang yang selama ini mengisi hari-hariku dengan warna yang indah. Seseorang yang menyayangiku apa adanya. Dan akupun menyayanginya. Tak ada banyak kata, aku juga benar-benar mencintainya.




Bismillahirrahmanirrohiim..
Assalamu’alaikum wr wb..
Purwokerto, 2 Agustus 2012
( lembut kasih ) Dinda...
Pertama sekaliiii aku ucapkan puji syukur kepada Alloh Yang Maha Pemurah, bahwa aku telah diberi kesempatan untuk menemuimu di kotamu tercinta ini, kota di mana engkau dilahirkan dan dibesarkan din... suasana kota ini terasa agak asing bagiku, namun aku yakin, segala sesuatu yang baru bagi kita tentulah akan selalu terasa asing bagi kita, namun perasaan asing itu akan segera sirna manakala kita telah beberapa kali bertemu dan bersamanya. Perasaan asing akan segera berubah menjadi familier dan kemudian akan tumbuh rasa nyaman dan betah. Seperti halnya seorang bayi yang baru dilahirkan di dunia ini, dia pun akan merasa dunia adalah alam asing baginya, tapi tak berapa lama kemudian, sang bayi pun akan merasa terbiasa dan nyaman berada di dunia, karena di alamnya yang baru ini dia menemukan kasih sayang serta belaian lembut dari seorang wanita, yaitu ibunya.. dia temui kasih sayang dan perlindungan dari seorang laki-laki, yaitu ayahnya dan dia jumpai suasana ceria penuh kebersamaan dari bayi-bayi lain yang sudah lebih dulu hadir di dunia ini, yaitu saudara-saudaranya... hyah, itulah kira-kira perumpamaannya din, seorang bayi yang tadinya merasa asing akan dunia ini, akan berubah menjadi cinta kepada dunia, sebab dia memang membutuhkan dunia ini. Apa yang dia tidak temui di sempit dan gelapnya alam rahim ternyata ia temukan di hamparan indah luas nan terang yang bernama dunia ini... nah, ayo din, kita bersyukur sebanyak-banyaknya kepada Alloh atas kesempatan untuk hidup di dunia ini... Alhamdulilllah wa syukurillahh... pandanglah dunia ini dengan senyuman, karena dunia pun telah memandang kita dengan senyuman pula..
mmm... oh ya din, sebelum ku teruskan ceritaku yang mungkin terasa tidak istimewa ini, yuk kita dengerin dulu yang ini.. hehehe.. aku kenal lagu ini juga darimu kan, dan yang tadinya aku ngerasa asing, ternyata sekarang aku jadi suka... ( fade in : SOME ONE LIKE YOU )
hhh... kenapa aku justru ingin mendengar lagu tadi bukan dari penyanyi aslinya ? dan kenapa saat ini lagu ini sering kudengarkan, kenapa ? hmm.., yah, aku rasa dirimu juga tau kenapa.. tak perlu kujawab ya..
mmmm.., oh ya, sebelum kuterusin lagi, aku minta maaf dulu sama kamu ya din, karena aku tetep mbandel, mbandel manggil kamu DIN..karena aku memang tak ingin mengingkari hatiku sendiri bahwa sampai kapan pun aku tetap sayang sama kamu, sayaang banget... panggilan itu kini begitu indah kurasa dan dulu panggilan kanda-dinda pun kamu yang mengenalkan kepadaku.. sebelumnya tak pernah sekilas pun aku panggil dinda atau pun dipanggil kanda.. saat ini panggilan itu telah terpahat di dinding hatiku dalam bingkaian rasa sayang dan cintaku kepadamu din... dan ku harap,  hatimu pun tetap untukku din..
din, aku dapat merasakan kebencianmu padaku sekarang ini, tapi knapa aku tetap membandel untuk tak menjauhimu ?? tidak, sama sekali tidak akan aku menjauhimu. Karena aku tulus sayang sama kamu din, tulus..tulus.. dan aku yakin, setiap manusia tentu merindukan ketulusan kasih sayang. Aku sudah sangat berusaha untuk menyanyangimu secara baik, dan ternyata masih belum baik juga kenyataanya, tapi aku tak menyerah, aku akan terus belajar dan terus memperbaiki diriku... Walaupun saat ini engkau sedang membenciku, aku tetap akan tersenyum untukmu. Senyum tulus kasih sayang tanpa kepura-puraan seperti yang mungkin engkau kira. Lembut yang juga lembut tanpa kepura-puraan seperti yang mungkin engkau duga.. aku akan membuktikan padamu bahwa aku tidak seperti yang engaku kira sehingga ngkau kini benci padaku.. jika kau ludahi pipi kananku, maka dengan segera kurelakan pipi kiriku untuk kau ludahi juga, aku tetap akan tersenyum padamu... aku sadar memang inilah sebuah proses yang harus kita jalani.. suka-duka dalam rangka untuk saling memberikan ketulusan masing-masing... dan suatu saat proses itu pasti akan bermuara kepada saling memahami dan saling menerima. Sebab semua pun kita dasari dan kita awali dengan sebuah ketulusan..tak ada manusia yang sempurna.. setiap manusia punya khilaf.., maafkan atas semua khilafku ya din... aku akan terus memperbaiki diri.. ingatkan aku selalu jika aku salah ya din..
gitu aja ya din, jadi aku ke purwokerto ini memang untuk menemuimu, sebagai seseorang yang telah menghias ruang hatiku... aku ke Purwokerto ini untuk menunjukkan kesungguhanku cinta dan sayangku kepadamu, dan aku ke purwokerto ini untuk membuktikan bahwa aku adalah laki-laki yang tak boleh menyerah untuk terus berusaha..
dinda Pameta Fildzah Sabila, engkau tetap lah kekasihku...

untuk apa langit diciptakan ? adalah supaya burung dapat terbang..
untuk apa laut diciptakan ? adalah supaya ikan-ikan dapat berenang kian kemari..
dan untuk apa dirimu diciptakan ? adalah supaya aku dapat mencurahkan kasih sayangku untukmu...    

Wassalamu’alaikum wr wb...


itu file tersembunyi dia, surat buat aku.
Sewaktu aku putus sama dia,dan dia merasa sediiiihhh banget.
 Tapi sampai sekarang kita masih bersama.
semoga selamanya :)

Kamis, 17 Mei 2012

Now I feel...

Serpihan hidup




Saya beruntung
Saya bahagia
Orang-orang menyayangi saya
Saya sangat bersyukur atas semua ini
Saya harus lebih ceria
Terimakasih Ya Allah...
 :)

Kamis, 10 Mei 2012

KAKU

Serpihan hidup


Dan aku masih termenung di sudut ruangan
Diatas lantai putih menuai kelu
Dan seseorang disana gemas melihat sikapku

Entah apa yang membelenggu

CURAHAN ACAKACAKAN

Serpihan hidup

Ga tau harus berkeluh kesah dan cerita kesiapa.
Aku tulis aja disini, tulisanku yang lagi amburadul karena udah lamaaaa banget aku ngga nulis curahanku di blog atau semacamnya. Cerita ke temen juga jadi susah mengutarakannya. hmmmm...
aku dah punya cowo tapi.. aku sadar, aku kelewat cuek sama cowo itu. Kasian kanda.
Dan aku masih ngga tau ni ada apa sama aku .
Sumpah aku jadi aneh gini, merasa ngga PD dan terasingkan. Huaaaaaaaaaaaaaahhhh bener-bener perasaan yang sangat ngga mengenakkan. Kenapa ya aku ini? seolah ada yang membelenggu pikiranku. Dan mencengkeramnya, sehingga kadang kalau mikir apa aku jadi sakit sendiri. Ya Allah...pulihkan jiwa dan pikiranku. Aku ngga mau jadi kaya orang tolol. Benar-benar akhir-akhir ini moodku sangat jelek. dan aku seperti orang bingung.
Tolong aku ya Allah...............
Aku ingin lepas dari belenggu kenistaan ini. sungguh tak enak hidup seperti ini. aku ingin kembali ceria. aku ingin kembali jadi orang yang asyik seperti dulu. aku merasa akhir-akhir ini aku sangat membosankan. aku tak bisa membawa suasana. aku serasa hampa.
Padahal banyak yang menyayangiku, disekelilingku masih banyak orang yang sayang dan cinta sama aku. HEI META!! SADARLAH ITU!!!
Plissss buang sikap-sikap itu!!
kamu kenapa sih??
-Entahlah ini seperti buakn diriku yang sebenarnya!-
Dengar meta: KAMU ORANG YANG HEBAT, SUATU SAAT NANTI KAMU AKAN JADI ORANG YANG SUKSES, BERHASIL DAN DAPAT MEMBAHAGIAKAN ORANG-ORANG DISEKITARMU!
kamu harus BANGKIT dari keterpurukkan ini! ayolaaaahhhhhhhhhhh.............


Oya, bukankah sekarang kamu udah berkepala 2. Harusnya kamu tambah dewasa, kamu bukan anak kecil lagi met!

Yup, aku SUDAH BESAR!

AYO BANGKIT!!! :)
Keep smile!

SEMANGAT!!!!



(aKU tau tulisannku ini sangat acak-acakan dan tak beraturan, mewakili jiwaku saat ini sepertinya)





Sabtu, 19 November 2011

LAMUNAN

Lamunanku didalam otakku
Tapi terbang mengembara laksana burung

Lamunanku bukan tanpa tujuan
Tapi sebuah kepastian

Lamunanku bukan tanpa alasan
Tapi sebuah golakkan hati yang terdalam

Lamunanku tak sekedar bosan
Tapi juga harapan

Lamunanku tak sebatas angan-angan
Tapi suatu haluan

Lamunanku bukan karena bimbang
Tapi sebuah harpa yang menopang kalut

Lamunanku bukan kosong
Tapi esensi yang terekspektasi

Lamnanku tidaklah buruk
Tapi setidaknya tak menuai kejelekan

Lamunanku ibarat karang
tetap tegar meski terhempas ombak

Lamunanku memang diam
Namun tak terdefinisi oleh imaji

Lamunanku tak hanya untuk diriku
Namun menggema menjadi sebuah karya


Lamunanku tak hanya menyita waktu
Tapi getarnya takkan lekang oleh waktu



Aku dalam lamunan, entah hari yang keberapa

Senin, 10 Oktober 2011

SKETSA OKTOBER


Pintu itu masih terbuka lebar untukmu
Namun jika hatimu masih ingin bebas bercerita
Biarlah kau bermain dulu dengan imajimu yang berbeda jalan

Takkan habis sabarku menunggumu
Silahkan kau kembarai apa yang kamu mau
Aku masih menyimpan harap
Meski kau bersikeras menyalahi keputusanku
Hatiku takkan lumpuh
Kau sendiri yang bilang akan kembali menebarkan segenggam asa

Jika mau kembali
Cepatlah langkahkan kakimu keambang pintu ini
Jangan sampai aku lelah  dengan dinginnya sikapmu
Hatiku masih berinteraksi dengan rasamu sampai saat ini
Namun jika kau terlalu lama mengulur waktu
Itupun tak baik untukku

Maka yang kubutuhkan solusi yang terbaik
Dan jika hatimu tak peka terhadap rasaku
Lalu bagaimana?
Baiklah
Apapun itu akan aku terima
Satu yang PERLU KAU TAHU
jika kau patahkan kepercayaanku padamu
Bisa-bisa aku sekarat dan mati
Lahan kubur di pelupuk jantungku masih terbentang lebar
Namun Jika kau ingin matikan rasaku padamu sekarang
Bunuh saja semua harapku agar tempat mati itu terisi
BIAR TERKUBUR SEMUA!
Seperti yang telah kau gantungkan rasaku padamu
malam itu


SKETSA OKTOBER (TEMARAM SENJA)


SKETSA OKTOBER
(TEMARAM SENJA)

Kulihat bulan mulai menampakkan kharismanya
Ditemani bintang yang bergelantung dilangit senja
Selaksa sinar harap yang membelai sunyiku
Duduk santai sambil menyeduh secangkir bahagia

Namun perlahan sinar bulan terlihat samar dimataku
Ketika langkah gontai menyelinap diruang kontemplasiku
Sembari berusaha menajamkan pandangan
Kudengar desir angin lembut membisikan irama
Lama-lama terdengar sengau
Aku bergidik ngilu
Bayang-bayang tentangmu kembali menyeruak di tepian malam ini
Dingin merambat membekukan hatiku di sela pengharapan
Tiba-tiba sosokmu datang menyayat sesak di dadaku
Menumpahkan bahagia yang susah payah kusuguhkan

“Aku akan membunuhmu!”

Kulihat dimatamu api menyala menyibakkan luka yang tak berkesudahan
Aku bergeming pasrah meranah duka

Kenangan itu
Harapan itu

Semua terkoyak mati disinari temaram rembulan
Aku tergeletak berlumur nestapa
Kau telah menancapkan pedangmu tepat di luka lamaku
Menambah derita yang makin menganga

Oh malam…
Perlahan rembulan kini tampak redup
Lalu gelap menjelma menjadi kabut pekat
Samar-samar  bayangmu memudar  diraih cahaya bintang
Lalu hilang bersamaan dengan matinya rasaku, karenamu…





Sabtu, 23 Juli 2011

TAK TAHU JUDUL, TAK TAHU MAKSUDNYA!!!

Lihat kendaraan yang lalu lalang itu mentertawakanmu!
Deru mobil menyorakimu seperti orang bodoh

Mungkin aku memang gila
Kelok jalan ini jua tak pernah mengerti
Hanya pasrah ditapaki insan yang sedang berbalut kalut



Aku sudah mati rasa
Dan aku sedang kembali menyusuri mencari rasa itu di jalan ini
Mencari tiap sudut tempat yang sekerlapan diam
Sendiri tanpa ada satu jiwapun meruntuni
Rasaku sudah tak sepeka dulu
Hampir memudar di rangup konyol

Aku lupa
Barangkali aku amnesia
Mencari tiap rasa yang hilang
DIMANA? DIMANA?
Apa dulu sudah kupendam dalam-dalam
Hingga lebur menyatu dengan tanah
Di makan lintah atau membusuk bersama sampah

Atau.. rasa itu sudah kau bunuh
hingga aku seperti orang sakit jiwa


Merenung di balik kiasan dalam
Dan meraung di antara klausa pedih
Aku mati suri

Aku mencari serpihan makna sendiri diantara dunia yang fana
KLISE!

Kenapa hidup seperti ini harus aku yang mengalami
Menguasai rasaku sendiri dan tinggal sendiri
Merasakan samua rasa manusia dan aku sendiri
Berfikir kalau hidup ini aku sendiri
Aku sendiri?!!
Berbalut tanya di dunia penuh misteri
Sungguh seseorang semua tak sepertiku
Aku yang diciptakan lain dari manusia kebanyakan
Yang selalu bisa merasakan tiap jengakal dunia dan waktu yang terbuang percuma
Tanpa jawaban
Tanpa tau dimana arah yang akan kutuju
Tanpa tahu apa makna manusia sepertiku


Tidakkah aku ini sangat mengharap tinggal di atas udara yang mendesir lembut
Merasakan sebagai manusia yang bahagia lepas seperti manusia kebanyakan
Hei!!
Orang lainpun tak tahu apa aku ada dan untuk apa aku ada
Dan aku tak dapat menjadi diri mereka
Ya AKU DIRIKU SENDIRI

Diriku yang pada masa-masa ini mencari arah tujuan hidupku
Diriku yang masih awam dan lemah
Diriku yang berusaha mencari jati diri yang hilang

Entah kenapa kerancuan ini kian menggerogotiku..

Dan akhirnya yang kuutarakan hanya
mengambang di atas gusaran jalan yang penuh gelintis roda yang berputar...


Ruang sunyi, entah kapan waktu kan menampakkan lakonnya

Sabtu, 02 Juli 2011

LIKE A RAINBOW

seperti pelangi

aku selalu menunggu hujan
jika datang untuk basahi otak aku
dan membawa pergi
sampai ke ujung dunia
melanjutkan hari-hari indahku
agar selalu berwarna indah
seperti pelangi
dan kamu memberinya
aku mengharapkan itu
darimu
seperti pelangi
pelangi indah setelah hujan


Like a Rainbow

like a rainbow

I always wait for the rain
if it comes to wet the brains I
and carrying away
to the ends of the world
continue the day-to-day my beautiful
to keep it beautiful colored
like a rainbow
and you gave him
I expect that
from you
like a rainbow
beautiful rainbow after the rain



my longing love...
Published in flixya.com
July 2nd, 2011



Rabu, 29 Juni 2011

AARrrgggh...........

KATA-KATAKU YANG DULU BELUM TERKUMPUL JUGA!!!

Aku harus mulai dari awal merangkai kataku. Menyusun kalimatku. Dan membuat ceritaku.
PIKIRANKU RUMPANG!!
KACAU!!
Aku tidak bisa mengingat semua dan mengiuraikan semua yang terpendam. Aku ingin meluapkan semua yang ada di pikiranku!!
Tapi pikiranku lagi kacau!!
Dan apa lagi ini......??
Aku mungkin gila, oh Tuhan.. apa aku gila?
Gilapun kanapa harus gila?
TIDAK!


Aku tahu yang aku butuhkan sekarang!
apa?? apa masih menyarankan cinta? siapa cintaku? tak ada yang peduli!
jujur aku sudah mati rasa karenanya, dan mending aku kubur dalam-dalam semua harapku tentang cinta itu.!!

STOPP!!

Aku cuma butuh tempat bersandar yang nyaman dan bikin aku tenang, aku butuh panutan dan orang yang bisa membimbingku.......... Yang bisa dijadikan guru, uztad, sahabat, sekaligus kakak............
Waaa...sungguh aku merasa sendiri disini, di kota ini, tak ada yang aku jadikan panutan. DIMANA AKU HARUS BERSANDAR??

ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHH....
RUMPANG!!!
Aku ga mau jadi rempong!! ah itusih jadi lagu waktu awal masuk POSMA!! KAKAK TINGKAT REMPONG!!

aku harus bicara, kumulai saja disini..
seperti seorang ABG ynag masih labil.

GLTTAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKK!!!

ANDESTA

Serpihan hidup

Mamah mengirimkanku sederet sms. SMS yang isinya adalah surat yang tidak sengaja ia temukan di sela buku ngaji Desta, sepupuku.



Surat Desta

Aku pengin ketemu papah, sehat dan panjang umur seperti sebelum papah meninggal. Aku pengin jalan-jalan sama papah. Besok Desta ke kuburan papah. Desta sayang banget sama papah tapi bisa ngga bisa ketemu papah lagi. Semoga papah masuk surga. Amin ya robbal alamin...

Menangis aku baca sederet tulisan itu.
Desta adalah sepupuku yang beberapa bulan lalu di tinggal pergi sama papahnya selamanya. Ia masih bermur 9 tahun.
Ya Allah, jadikanlah dia anak yang tegar dan pintar. Limpahkanlah dia klebaikan-kebaikan.
Air mataku selalu menetes jika mengingat hal ini dan kisah pilunya....

Panjang...

Suatu saat akan kuuraikan satu persatu...
Serpihan hidup
Teman-teman, aku mau cerita sedikit dan berbagi pengalaman. Tanggal 16 Juni kemarin aku ikut diskusi dan pemutaran film yang rutin diadakan 2 minggu sekali di moviebox Jogja. Namanya Jogja Movie Meeting Point #4. Kemarin itu pertemuan yang ke empat. Tiap pertemuan selalu menghadirkan pembicara seorang sutradara yang filmnya sudah menang di festival-festival film dan tayang di layar lebar. Misalnya yang udah-udah nih, JMMP#1(Jogja Movie Meeting Point-red) ada Yosep Anggi Noen,sutradara It's Not Raining Outside.
JMMP#2,pembicaranya Ifa Isfansyah, sutradara Garuda di Dadaku dan Harap Tenang ada Ujian!<ini filmnya keren lho, karena ini film pendek jadi ga di tayangkan di layar lebar>
Trus JMMP#3-kebetulan aku ga ikut karena lagi pulang kampung- pembicaranya BW. Purwanegara-sutradara Cheng-Cheng Po. Dan yang JMMP#4 kemarin pembicaranya adalah Jason Iskandar, sutradara film dokumenter Indonesia Bukan Negara Islam,Dalam usia yang sangat muda,dia telah merebut perhatian publik melalui beberapa film pendeknya.


Jason Iskandar lahir di Jakarta pada tahun 1991. Ia mulai membuat film dokumenter pada usia 17 tahun lewat workshop Think Act Change : A Documentary Film Competition yang diadakan oleh The Body Shop dan Dewan Kesenian Jakarta.

Filmografi:
Sarung Petarung (2007)

Workshop Think Act Change 2007 | DV | Dokumenter | 15 Menit | Sutradara & Penulis : Jason Iskandar & M. Adiartha Kusuma
Remaja mempertanyakan kegunaan kondom dan relasinya dengan safe sex. Jawaban polos mereka menggambarkan bahwa sudah saatnya membicarakan kondom.
• Film Dokumenter Terbaik – Think Act Change 2007
• Film Dokumenter Favorit – Think Act Change 2007
• Film Dokumenter HIV/AIDS Terbaik – Think Act Change 2007
• Nominasi Film Dokumenter Terbaik – Festival Film Dokumenter 2008
• Nominasi Film Dokumenter Terbaik – Malang Film Video Festival 2008
• Seleksi Non Kompetisi – Q! Film Festival 2008
• Seleksi Non Kompetisi – Festival Film Pendek Konfiden 2007

Indonesia Bukan Negara Islam (2009)

Gambar Darurat | DV | Dokumenter | 9 Menit | Sutradara & Penulis : Jason Iskandar | Produser : Jason Iskandar & Made Perwira
Film dokumenter tentang dua orang siswa Muslim yang bersekolah di sekolah Katholik. Mereka berpendapat tentang Indonesia dan Islam sebagai agama mayoritas. Divisualisasikan dengan foto-foto hitam putih.
• Film Dokumenter Terbaik – Tawuran! Festival Film Pelajar 2009
• Film Dokumenter Terbaik (Kategori Pelajar) – Festival Film Dokumenter 2009
• Special Mention for Exploration of Medium – The First Asia Africa International Film Festival 2010
• Nominasi Film Dokumenter Terbaik – Malang Film Video Festival 2010
• Seleksi Non Kompetisi – Festival Film Purbalingga 2009
• Seleksi Non Kompetisi – 3 Cities Film Festival 2010

Detensi (2009)

Gambar Darurat | DV | Fiksi | 8 Menit | Sutradara, Penulis, Produser : Jason Iskandar | Pemeran : Made Perwira & Rayestu Abdulrachman
Hukuman mengepel toilet dan dongeng klise tentang kepala sekolah.
• Seleksi Kompetisi – Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar
• Seleksi Non Kompetisi – Europe on Screen (Festival Film Eropa) 2009 – November 2009

Cheat Chat Bingo (2009)

Gambar Darurat | DV | Dokumenter | 30 Menit | Sutradara, Penulis, Produser : Jason Iskandar
Film dokumenter yang menelisik kecenderungan menyontek di SMA Kanisius, serta resiko yang harus ditanggung.
• Seleksi Non Kompetisi – Festival Film Pendek Konfiden 2009
• Nominasi Film Dokumenter Terbaik (Kategori Pelajar) – Festival Film Dokumenter 2009
• Seleksi Non Kompetisi – Festival Film Purbalingga 2010
• Seleksi Kompetisi – Malang Film Video Festival 2010

Territorial Pissings (2010)
Gambar Darurat | HD | Fiksi | 7 Menit | Sutradara & Penulis : Jason Iskandar | Produser : Florence Giovani | Pemeran : Yovita Ayu & Deo Grasianto
Sepasang remaja terbangun dari tidurnya saat beristirahat dalam perjalanan menuju ke luar kota. Mereka akan melanjutkan perjalanan, namun percakapan terjadi antara mereka dengan sekelilingnya, yang membuat perjalanan mereka tertunda untuk beberapa saat.
• Film Pendek Asia Terbaik (Blencong Award) – Jogja-Netpac Asian Film Festival 2010



Pertanyaannya.... mana film yang disutradarai seorang Pameta Fildzah Sabila??
Kapan bikin filmnya?
Hahahaa... whatever!



Minggu, 29 Mei 2011

Bagaimana aku harus merangkai kata?

Bagaimana aku harus merangkai kata?
Ketika semua kata perlahan susup ke sudut rimba
sementara aku disini makin hilang sepi menelan ludah
tak mampu bicara yang mengena
Mulai terperangkap dalam kebimbangan

ADA YANG MENCURINYAA!!!

Namun aku masih terus mencari kata yang hilang
kan ku selami hingga ke ujung samudra
Kurebut hingga menyelip diantara ekspetasi tinggi


ANTARA HIDUP DAN MATI : MIMPI BURUK

Baru tadi kurasakan
Pikiran tak karuan
Bimbang dan kalut yang luar bisa
antara kenyataan dan kenistaan semua campur aduk
Hatiku bergetar
disusul pusing yang amat sangat hebat

Aku lega ketika bisa tersadar
namun tetap saja semua masih berbekas
aku tak mengerti
tapi aku berdoa
semoga tak lagi mengalami ini
Malam-malam selanjutnya

Malam Masih Panjang

Serpihan hidup
Malam Masih Panjang


Malam masih panjang sayang
Matahari baru beberapa saat menenggelamkan sinarnya
Bintang tak menghiasi malam kali ini
Mungkin ia menyelinap diantara awan-awan gelap
Hingga cahayanya terhalang oleh pekatnya malam

Malan masih panjang sayang
Lihat anak-anak masih bermain gobak sodor di pelataran rumah
Suara orong-orong masih panjang membahana
Pak Darman baru saja pulang dari surau
orang-orang masih berbagi cerita di warung mbok Sumini
Sedangkan aku disini masih membelaimu
Menunggumu sampai pagi datang kembali
Menopang setiap kesedihan yang terkikiskan

Malam masih panjang sayang
Kucing kecil masih mengejar tikus di belakang rumah
Anak muda mulai keluar mencari kisah indah
Sementara aku tak satupun dapat meraba rasamu padaku hari ini

*Gobak sodor= permainan tradisional
*Orong-orong= serangga yang berbunyi ketika waktu pergantian nuansa dari sore ke malam


Yogyakarta, 22 Mei 2011

Sabtu, 21 Mei 2011

Kepada siapa?

Serpihan hidup, 21 Mei 2011



Aku rasa lelah
Dimana tempat bersandarku?
Tiada lagi tempat bersandar yang nyaman
Tak ada tempat persinggahan untukku
Ya Tuhan..
Kumohon layangkan aku seorang malaikat pembangkit jiwaku
Agar aku bisa berlatih bercerita
Dan melukiskan asa
Karena Aku rasa lelah
Dimana aku harus menambatkan keluh kesahku?

Ya Allah..
beri hamba kekuatan....